Video Terkini

Lovely Brothers

Lovely Brothers
share your love

Tuesday, 3 July 2012

BERITA TERKINI OLIMPIADE LONDON 2012

Raihan Terburuk dalam 20 Tahun Terakhir

Muhammad Indra Nugraha - Okezone
Senin, 6 Agustus 2012 12:07 wib
Greysia Polii/Meiliana Jauhari yang harus terkena diskualifikasi di Olimpiade 2012. (Foto: Daylife)
Greysia Polii/Meiliana Jauhari yang harus terkena diskualifikasi di Olimpiade 2012. (Foto: Daylife)
JAKARTA - Lagu Indonesia Raya tak kunjung berkumandang di ajang Olimpiade 2012, hal tersebut menandakan tak ada emas yang diraih oleh kontingen Indonesia dalam ajang olahraga empat tahunan tersebut. Sesulit itu kah meraih emas di Olimpiade?

Hari ini, Senin 6 Agustus 2012 merupakan hari kesepuluh gelaran Olimpiade di London dilangsungkan. Hari di mana Indonesia juga telah mengakhiri partisipasinya dalam event ini, karena para atlet Indonesia telah mengakhiri kerja kerasnya masing-masing.

Kerja keras para atlet-atlet asal Indonesia hanya mampu membuat negara ini finis di posisi ke-43 dengan torehan 2 medali, satu perak dan satu perunggu dari 8 cabang olahraga yang diikuti. Hasil yang kurang baik jika dibandingkan empat tahun sebelumnya saat Olimpiade 2008 Beijing.

Partisipasi Indonesia ke-14 di ajang Olimpiade kali ini ditutup oleh Triyaningsih yang turun dalam nomor marathon putri. Sayang, dirinya hanya mampu finis di posisi ke-84 sekaligus memastikan tak ada medali emas yang didapatkan oleh Indonesia.

Hasil-hasil kurang baik juga diraih tim Indonesia dari cabang-cabang olahraga, seperti panahan, anggar, atletik, menembak, judo, dan berenang. Namun, cabor bulutangkis menjadi cabor yang paling dinilai tidak memuaskan sepanjang Olimpiade London.

Pasalnya, bulutangkis menjadi cabor andalan Indonesia dalam meraih medali emas. Namun, pada kenyataanya kita masih sulit untuk meraih emas, bahkan parahnya harus sampai ada yang terkena diskualifikasi karena dinilai tidak sportif. Besarnya tekanan pada pebulutangkis Indonesia juga disinyalir menjadi biang kegagalan meraih medali.

Dengan hasil tersebut membuat perolehan medali tim Indonesia lewat cabor bulutangkis hanya 18 buah sejak Olimpiade 1992, sama dengan Korea Selatan. Sedangkan, China yang menjadi momok paling menakutkan dalam cabor ini sukses mengumpulkan 38 medali.

Justru, kali ini Indonesia berhasil meraih medali lewat cabor yang mungkin sedikit pihak yang menyangka bisa meraih medali. Angkat besi mungkin olahraga yang sedikit kurang terekspos dalam persiapan atau saat kejuarannya.

Namun, medali perunggu yang diraih Eko Yuli Irawan di angkat berat kelas 62kg putra dan medali perak oleh Triyatno di kelas 69kg putra, bisa menjadi obat luka kekecewaan masyarakat Indonesia yang rindu akan sebuah prestasi.

Sejak Indonesia pertama kali mengikuti ajang Olimpiade pada tahun 1952 memang baru bisa meraih emas pada Olimpiade Barcelona 1992, lewat Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Raihan medali emas pun masih bisa dipertahankan hingga Olimpiade 2008 di Beijing.

Olimpiade 2012 pun resmi tanpa medali emas, sebuah raihan terburuk Indonesia di Olimpiade dalam 20 tahun terakhir. Raihan tersebut membuat kita kembali ke pertanyaan “Apa yang salah dari Indonesia sehingga untuk mendapatkan sebuah medali emas begitu sulit?”

Mungkin ada yang salah dengan sistem pembinaan dan persiapan dari tim Indonesia, walau sebenarnya itu adalah alasan yang klise, yang seolah terus diulang-ulang usai kontingen Indonesia mengikuti sebuah event. Namun, setidaknya kita patut menghargai kerja keras para atlet Indonesia selama di London dan berharap medali emas akan mampu kita rebut kembali di ajang Olimpiade 2016, di Rio de Janiero, Brasil .

Hasil Akhir Atlet Indonesia di Olimpiade 2012:
Bulutangkis:
Taufik Hidayat - Babak 16 besar tunggal putra
Simon Santoso - Babak 16 besar tunggal putra
Tontowi Ahmad/Liliyanan Natsir - Peringkat empat ganda campuran
Mohammad Ahsan/Bona Septano - Perempatfinal ganda putra
Adriyanti Firdasari -Babak 16 besar tungga putri
Meiliana Jauhari/Greysia Polii - Diskualifikasi
Panahan:
Ika Yuliana Rochmawati - Babak perempatfinal individual putri
Anggar:
Diah Permatasari - Babak 32 besar nomor Sabre putri
Renang:
I Gede Sudartawa - Peringkat tujuh babak kualifikasi gaya punggung 100 meter putra
Atletik:
Fernando Lumain -Peringkat 8 babak 1, nomor 100 meter putra
Menembak:
Diaz Kusumawardani - Peringkat 55 nomor 10 meter air rifle putri
Judo:
Putu Wiradamungga - Babak 32 besar kelas di bawah 81 kg putra
Angkat Besi:
Jadi Setiadi - Peringkat lima angkat besi kelas 56 kg putra
Eko Yuli Irawan - Perunggu angkat besi kelas 62 kg putra
Triyatno - Perak angkat besi 69 kg putra
Muhammad Hasbi - Peringkat 7 angkat besi kelas 62 kg
Deni - Peringkat 12 kelas 69 kg putra
Citra Febrianti - Peringkat empat kelas 53 kg putri

Raihan Medali Indonesia di Olimpiade
Tahun 1988: 1 Perak
Tahun 1992: 2 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu
Tahun 1996: 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu
Tahun 2000: 1 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu
Tahun 2004: 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu
Tahun 2008: 1 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu
Tahun 2012: 1 Perak, 1 Perunggu (min)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment