Video Terkini

Lovely Brothers

Lovely Brothers
share your love

Thursday, 8 March 2012

MOTIF PRIBADI DI BALIK TRAGEDI BERDARAH..?


Tragedi Perang Siffin Di Mata Sejarah
Perang Shiffin yang terjadi pada tahun 37 Hijriah (656 Masehi), antara Amirul Mukminin dan Gubernur Suriah, Mu’awiah ibn Abi Sufyan, dilatarbelakangi peristiwa kematian Khalifah ‘Utsman ibn Affan, begitulah sejarah mencatat, namun belakangan diketahui bahwa penyebab utama sebenarnya hanyalah karena Mu’awiyah yang telah lama menjadi Gubernur Suriah yang otonom sejak diangkat Khalifah ‘Umar, tidak mau kehilangan jabatannya itu dengan membaiat kepada Amirul Mukminin ‘Ali ibn Abi Thalib. Ia hendak mempertahankan keutuhan wewenang teritorialnya dengan mengeksploitasi pembunuhan Khalifah ‘Utsman. Fakta tersebut terungkap karena di kemudian hari setelah Muawiyah berhasil mengamankan pemerintahan tidak mengambil suatu langkah nyata untuk membalaskan darah ‘Utsman, dan sama sekali tak pernah berbicara tentang para pembunuh ‘Utsman.
Walaupun Amirul Mukminin menyadari sejak semula bahwa peperangan akan tak terelakkan, ia masih terus berusaha menyadarkan Mu’awiah. Pada hari Senin 12 Rajab 36 H., setelah kembali ke Kufah dari Perang Jamal, Amirul Mukminin mengutus Jarir ibn ‘AbduIlah al-Bajali ke Mu’awiah di Damsyik dengan membawa sepucuk surat di mana ia mengatakan bahwa kaum Muhajirin dan Anshar telah membaiatnya dan Mu’awiah pun harus membaiat kepadanya dahulu baru kemudian mengajukan kasus pembunuhan ‘Utsman kepadanya supaya Amirul Mukminin dapat menjatuhkan keputusan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Tetapi Mu’awiah menahan Jarir dengan berbagai alasan, dan setelah berunding dengan ‘Amr ibn al-‘Ash, ia membangkang dengan dalih kasus pembunuhan ‘Utsman.
Gubernur Suriah itu menahan Jarir dengan dalih untuk memberikan jawaban. Sementara ia mulai menyelidiki sejauh mana rakyat Suriah mendukungnya dengan membangkitkan semangat balas dendam atas darah ‘Utsman, ia bermusyawarah dengan saudaranya ‘Utbah ibn Abi Sufyan. ‘Utbah menyarankan, “Apabila dalam hal ini ‘Amr ibn ‘Ash dihubungi, ia akan menyelesaikan banyak kesulitan dengan kecerdikannya. Tetapi, ia tak akan mudah bersedia untuk menguatkan kekuasaan Anda apabila untuk itu ia tidak dibayari dengan apa yang diinginkannya. Apabila Anda telah bersedia untuk itu maka akan ternyata bahwa dia penasihat dan penolong yang terbaik.
Mu’awiah menyukai saran ini. Ia memanggil ‘Amr ibn ‘Ash lalu membicarakan hal itu, dan akhiraya diputuskan bahwa ia akan menuntut balas atas darah ‘Utsman dengan menuduh Amirul Mukminin bertanggung jawab atasnya. Sebagai imbalan ia akan menjadi Guberaur Mesir, dan bahwa dalam keadaan bagaimanapun ia tak akan membiarkan kekuasaan Mu’awiah di Suriah terganggu. Sesuai dengan itu, keduanya menepati dan memenuhi perjanjian itu.
Dengan Bantuan orang-orang penting di Suriah ia meyakinkan rakyat yang tak mengetahui persoalan, bahwa tanggung jawab pembunuhan ‘Utsman terpikul pada ‘Ali, dan bahwa Ali memberi semangat dan melindungi para pengepung ‘Utsman. Sementara itu ia menggantungkan baju ‘Utsman yang berlumur darah serta potongan jari-jari istrinya Na’ilah binti al-Farafishah di mimbar mesjid jamik Damsyik di mana sekitar 70.000 orang Suriah berikrar untuk membalaskan dendam atas darah ‘Utsman. Setelah berhasil membangkitkan emosi rakyat Suriah sehingga mereka bertekad bulat untuk mengorbankan nyawa, ia mendapatkan baiat mereka demi membalas dendam atas pembunuhan ‘Utsman, lalu ia bersiap untuk berperang. Sesudah itu ia memperlihatkan semua hal itu kepada Jarir lalu mengirimkannya kembali ke Kufah dalam keadaan malu.
Ketika Amirul Mukminin mendengar tentang hal ini dari Jarir, ia terpaksa bangkit menghadapi Mu’awiah. Ia memerintahkan Malik ibn Habib al-Yarbu’i untuk mengerahkan pasukan di lembah al-Nukhailah. Sehubungan dengan itu, orang dari sekitar Kufah datang ke sana dalam kelompok-kelompok besar sehingga jumlahnya melebihi 80.000 orang. Mula-mula Amirul Mukminin mengirimkan kontingen depan sebesar 8.000 di bawah komando Ziyad ibn an-Nadhr al-Haritsi dan pasukan 4.000 orang di bawah pimpinan Syuraih ibn Hani al-Haritsi ke Suriah. Setelah berangkatnya kontingen depan ini, Amirul Mukminin sendiri berangkat ke Suriah memimpin sisa tentara itu, pada hari Rabu 5 Syawal.
Setelah keluar perbatasan kota Kufah, ia mendirikan salat dan setelah berkemah di Dair Abi Musa, (sungai) Nahr Nars, Qubat Qubbin, Babil, Dair Ka’b, Karbala’, Sabat, Baburasini, al-Anbar dan al-Jazirah ia tiba di ar-Riqah. Penduduk tempat ini menyukai ‘Utsman, dan di tempat inilah Simak ibn Makhtamah al-Asadi bertengkar dengan 800 orangnya. Orang-orang itu telah berangkat dari Kufah untuk bergabung dengan Mu’awiah setelah membelot dari Amirul Mukminin. Ketika melihat pasukan Amirul Mukminin, mereka membongkar jembatan Sungai Efrat supaya pasukan Amirul Mukminin tak dapat menggunakannya untuk menyeberang. Tetapi, dengan ancaman Malik ibn al-Harits al-Asytar an-Nakha’i mereka ketakutan, dan setelah berunding di antara sesamanya mereka memperbaiki lagi jembatan itu dan Amirul Mukminin melewatinya dengan tentaranya. Di seberang sungai itu ia melihat Ziyad dan Syuraih sedang berhenti di sana bersama pasukan mereka karena keduanya mengambil jalan darat. Ketika sampai di sana mereka dapati bahwa Mu’awiah sedang maju dengan tentaranya ke Sungai Efrat, dan karena berpikir bahwa mereka tidak akan mampu menghadapinya, mereka berhenti di sana sambil menunggu Amirul Mukminin. Ketika mereka memberikan alasan kepada Amirul Mukminin mengapa mereka berhenti di situ, Amirul Mukminin menerima alasannya lalu mengirimnya ke depan. Ketika mereka sampai di Sur ar-Rum, mereka mendapatkan bahwa Abu al-A’war as-Sulami (pihak Mu’awiyah) sedang berkemah di sana dengan tentaranya. Keduanya melaporkan hal ini kepada Amirul Mukminin, lalu ia mengirim Malik al-Haritsi al-Asytar untuk menyusul mereka sebagai komandan sambil mengingatkannya supaya tidak memulai pertempuran melainkan berusaha menasihati mereka dan memberitahukan kepada mereka keadaan yang sebenarnya sedapat mungkin.
Ketika tiba di sana Malik al-Asytar berkemah agak jauh dari situ. Pertempuran mungkin akan meletus setiap saat, tetapi ia tidak mengganggu pihak lainnya dan tidak pula ia mengambil langkah yang mungkin memulai pertempuran. Tetapi Abu al-A’war menyerang secara tiba-tiba di malam hari yang atasnya mereka menghunus pedang untuk memukulnya mundur. Bentrokan itu terjadi beberapa lamanya tetapi akhirnya Abu al-A’war melarikan diri di malam hari. Karena pertempuran telah dimulai, segera setelah fajar, seorang komandan pasukan ‘Iraq, Hasyim ibn ‘Uqbah al-Mirqal az-Zuhri, datang menghadapinya di medan tempur. Dari pihak lain datang pula suatu kontingen, dan api pertempuran pun berkecamuk. Pada akhirnya Malik al-Asytar menantang Abu al-A’war bertarung dengannya, tetapi yang ditantang ini tak berani menghadapinya dan di sore hari Malik al-Asytar maju.dengan pasukannya. Keesokan harinya Amirul Mukminin sampai di sana dengan pasukannya lalu berangkat ke Shifffn bersama kontingen depannya dan pasukan-pasukan lainnya.
Mu’awiah telah lebih dahulu tiba di sana dan telah mendirikan basisnya. Ia juga telah menempatkan pengawal di Sungai Efrat dan telah mendudukinya. Ketika tiba di sana Amirul Mukminin menyampaikan kepadanya untuk menyingkirkan pasukan pengawalnya dari Sungai Efrat itu, tetapi Mu’awiah menolaknya. Karenanya pasukan ‘Iraq menghunus pedang lalu menyerang dan merebut tempat di sungai itu.
Setelah itu Amirul Mukminin mengutus Basytr ibn ‘Arnr al-Anshari, Sa’id ibn Qais al-Hamdani dan Syabats ibn Ribi’ at-Tamimi kepada Mu’awiah untuk memperingatkannya tentang akibat-akibat peperangan dan mengajaknya membaiat. Tetapi jawabannya adalah bahwa mereka sama sekali tidak akan mengabaikan darah ‘Utsman dan sekarang hanya pedang yang dapat menjadi perantara mereka.
Akibatnya, dalam bulan Zulhijah 36 H. kedua pihak memutuskan untuk berperang dan para prajurit dari masing-masing pihak keluar untuk berhadapan di medan. Yang memasuki medan dari pihak Amirul Mukminin adalah Hujr ibn ‘Adi al-Kindi, Syabats ibn Ribi’ at-Tamimi, Khalid ibn al-Mu’ammar, Ziyad ibn an-Nadhr al-Haritsi, Ziyad ibn Khashafah at-Taimi, Sa’id al-Hamdani, Qais ibn Sa’d al-Anshari, dan Malik al-Asytar an-Nakha’i. Dari pihak Suriah, ‘Abdur-Rahman ibn Khalid ibn Walid al-Makhzumi, Abu al-A’War as-Sulami, Habib ibn Maslamah al-Fihri, ‘Abdullah ibn Dzil-Kala’ al-Himyari, ‘Ubaidullah ibn ‘Umar ibn Khaththab, Syurahbil ibn Simth al-Kindi, dan Hamzah ibn Malik al-Hamdani.
Ketika bulan Zulhijah berakhir, pertempuran harus dihentikan karena tibanya bulan Muharam 37 H. Tetapi pada 1 Safar pertempuran berlanjut dan kedua belah pihak mengatur barisannya saling berhadapan dengan pedang, lembing dan persenjataan lain. Di pihak Amirul Mukminin, Malik al-Asytar memimpin pasukan berkuda dan ‘Ammar ibn Yasir memimpin pasukan infantri Kufah, sedang Sahl ibn Hunaif al-Anshari memimpin pasukan berkuda dan Qais ibn Sa’d memimpin infantri asal Bashrah. Panji tentara diberikan kepada Hasyim ibn ‘Utbah. Di tentara Suriah, sayap kanan dipimpin Ibn Dzil-Kala’ sedang kontingen sayap kiri dikomandoi Habib ibn Maslamah, pasukan berkuda dipimpin ‘Amr ibn al-‘Ash dan pasukan infantri dikomandoi adh-Dhahhak ibn Qais al-Fihri.
Pada hari pertama, Malik al-Asytar memasuki medan pertempuran dengan pasukannya, sedang di pihak Mu’awiah Habib ibn Maslamah datang dengan pasukannya, dan pertempuran sengit pun berkecamuk sepanjang hari.
Keesokan harinya Hasyim ibn ‘Utbah tampil dengan pasukan di pihak Amirul Mukminin sedang Abu al-A’war muncul dengan pasukan infantri pihak Mu’awiah. Pasukan berkuda berhadapan dengan pasukan berkuda, infantri dengan infantri.
Hari ketiga, ‘Ammar ibn Yasir dan Ziyad ibn an-Nadhr tampil dengan pasukan berkuda dan infantri, sedang pasukan besar pihak Mu’awiah dipimpin ‘Amr ibn al-‘Ash. Ziyad menyerang pasukan berkuda sedang Malik al-Asytar menyerang pasukan infantri Mu’awiah dengan sengitnya sehingga pasukan Mu’awiah mulai kehilangan pijakan, tak dapat bertahan lalu kembali ke perkemahan.
Hari keempat, Muhammad ibn al-Hanafiah tampil di medan dengan pasukannya. Dari pihak Mu’awiah tampil ‘Ubaidullah ibn ‘Umar al-Khaththab dan pertempuran berlangsung keras.
Hari kelima, ‘Abdullah ibn ‘Abbas memimpin tentara Amirul Mukminin sedang Walid ibn ‘Uqbah ibn Abi Mu’ith menghadapinya. ‘Abdullah ibn ‘Abbas melancarkan serangan dengan sangat ulet dan berani dan memberikan pukulan keras sehingga lawannya mundur meninggalkan medan.
Hari keenam, Qais ibn Sa’d al-Anshari rnaju menghadapi pasukan Ibn Dzil-Kala’ dan pertempuran sengit berkecamuk. Banyak tentara gugur pada kedua pihak. Malam memisahkannya.
Hari ketujuh Malik al-Asytar berhadapan dengan Habib ibn Maslamah dan pertempuran berlangsung hingga tengah hari.
Hari kedelapan Amirul Mukminin sendiri maju dengan tentaranya dan serangan dilakukan di seluruh medan pertempuran yang berlangsung amat sengit. Kemudian Amirul Mukminin menantang Mu’awiah, lalu Mu’awiah, disertai ‘Amr ibn al-‘Ash datang agak mendekat. Amirul Mukminin berkata kepadanya, “Marilah hadapi aku. Biarlah barangsiapa yang membunuh lawannya kelak menjadi penguasa.” ‘Amr ibn al-‘Ash lalu berkata kepada Mu’awiah, “Ali benar. Beranikanlah diri Anda dan hadapilah dia.” Mu’awiah menjawab, “Saya tidak sedia menyia-nyiakan nyawa saya atas godaanmu.” Sambil berkata demikian ia mundur. Ketika Amirul Mukminin melihatnya mundur ia tersenyum lalu mundur pula.
Keberanian Amirul Mukminin dalam serangannya di Shifffn merupakan keperkasaan yang luar biasa. Bila saja ia keluar menantang di medan pertempuran, barisan lawannya menjadi kacau balau, dan bahkan petarung perkasa mengelak untuk menghadapinya. Itulah sebabnya maka dalam beberapa kesempatan ia maju ke medan dengan pakaian yang berbeda agar tidak dikenali lawan, supaya ada yang berani menghadapinya. Sekali ‘Arar ibn Ad-ham dari pihak Mu’awiah bertarung dengan ‘Abbas ibn Rabi’ah ibn al-Harits ibn ‘Abdul Muththalib. Mereka bertarung dengan alot dan tak ada yang jatuh, sampai ‘Abbas melihat bahwa sambungan pada baju zirah lawannya longgar. Dengan pukulan mendadak ia menusuk sisi itu dengan pedangnya, dan kemudian ia menyerang sambungan-sambungan lainnya yang longgar. Kemudian, dengan tujuan yang sebenarnya ia menyerang dengan pedangnya langsung ke dadanya. Melihat ini orang menyerukan takbir. Mu’awiah kaget karena seruan itu dan setelah mengetahui bahwa ‘Arar ibn Ad-ham telah terbunuh, ia lalu berseru meminta siapa yang berani membalaskan dendam kematian ‘Arar itu dengan membunuh ‘Abbas ibn al-Harits. Beberapa orang tentara berkuda yang kelelahan dari kalangan suku lakhm datang menantang ‘Abbas. ‘Abbas mengatakan bahwa ia akan datang setelah meminta izin imamnya, lalu ia pergi kepada Amirul Mukminin untuk meminta izin. Amirul Mukminin menahannya, memakai baju ‘Abbas, dan sambil menunggang kuda tunggangan ‘Abbas ia masuk ke medan pertempuran. Karena mengira dia ‘Abbas, orang-orang Lakhm berkata, “Jadi, Anda telah mendapatkan izin imam Anda.” Sebagai jawabannya Amirul Mukminin membaca ayat,
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu. “ (QS. 22:39)
Maka datanglah satu orang dari pihak lawannya sambil berteriak seperti gajah, menyerbu dengan mengamuk, tetapi Amirul Mukminin mengelakkan pukulannya lalu menetakkan pedangnya ke punggung penyerang itu sehingga badannya terputus dua. Mulanya dikira orang bahwa pukulan pedang itu sia-sia, tetapi ketika kuda tunggangannya melompat, tubuh itu jatuh dalam dua bagian. Setelah itu seorang lagi datang tetapi ia pun tewas dalam sekejap. Kemudian Amirul Mukminin menantang orang lain, tetapi dari pukulan pedangnya lawan mengetahui bahwa ialah Amirul Mukminin dalam pakaian ‘Abbas, dan tak ada lagi yang berani menghadapinya.
Pada hari kesembilan, sayap kanan di bawah komando ‘Abdullah ibn Budail dan sayap kiri di bawah pimpinan ‘Abdullah ibn ‘Abbas. Pasukan di tengahnya dipimpin langsung oleh Amirul Mukminin. Di pihak Mu’awiah Habib ibn Maslamah memimpin pasukan Suriah. Ketika kedua barisan berhadap-hadapan, para pemberani menghunus pedang mereka dan saling menyerang dengan ganas seperti singa buas, dan pertempuran berkecamuk di seluruh medan. Panji sayap kanan tentara Amirul Mukminin berada di tangan Bani Hamdan. Bila seseorang gugur, yang lainnya mengambil panji itu. Pertama-tama Kuraib ibn Syuraih memegangnya. Ketika ia gugur Syurahbil ibn Syuraih mengambilnya, lalu Martsad ibn Syuraih, kemudian Hubairah ibn Syuraih, kemudian Yarim ibn Syuraih, kemudian Sumail ibn Syuraih dan setelah gugurnya keenam orang bersaudara itu, panji dipegang berturut-turut oleh Sufyan, ‘Abd lalu Kuraib, ketiganya putra Zaid, dan semuanya gugur. Setelah itu panji dipegang oleh dua bersaudara, ‘Umair dan al-Harits ibn Basyir, dan setelah keduanya gugur pula, panji itu dipegang Wahb ibn Kuraib. Pada hari ini perhatian lebih besar pasukan Mu’awiah tertuju ke sebelah kanan, dan serangannya demikian sengitnya sehingga pasukan pihak Amirul Mukminin terpukul mundur. Hanya 300 orang yang tertinggal bersama komandannya, ‘Abdullah ibn Budail. Melihat keadaan ini, Amirul Mukminin menyuruh Malik al-Asytar untuk memanggil mereka kembali dan menantang mereka ke mana mereka melarikan diri. “Apabila hari-hari kehidupan telah habis, mereka tak dapat mengelakkan maut dengan melarikan diri.” Sekarang, kekalahan sayap kanan itu pastilah berpengaruh pada sayap kiri. Karena itu Amirul Mukminin pergi ke sayap kiri lalu maju ke depan, memaksa melewati barisan lawan, yang atasnya seorang budak Bani Umayyah berkata kepadanya, “Semoga Allah mematikan saya apabila saya tak dapat membunuh Anda hari ini.” Mendengar ini, budak Amirul Mukminin yang bernama Kaisan melompat kepadanya dan terbunuh olehnya. Ketika mengetahui ini Amirul Mukminin memegang budak Bani Umayyah itu di baju zirahnya, mengangkatnya lalu membantingnya dengan keras sehingga semua persediannya hancur.
Sementara itu, setelah dipanggil Malik al-Asytar dan menggugah rasa malunya, orang-orang yang tadinya mundur lalu kembali dan sekali lagi menyerang hingga musuh mundur sedang mereka maju sampai ke tempat di mana ‘Abdullah ibn Budail sedang dikepung musuh. Ketika melihat orang-orangnya sendiri datang, ia menjadi lebih berani lalu menyerang kemah Mu’awiah dengan pedang terhunus. Malik al-Asytar berusaha mencegahnya tetapi tak berhasil. Setelah membunuh tujuh orang Suriah, ia sampai ke kemah Mu’awiah. Ketika Mu’awiah melihatnya di dekatnya, ia memerintahkan orang melemparinya dengan batu, dan orang Suriah pun mengeroyok dan membunuhnya. Ketika Malik al-Asytar melihat hal itu ia maju dengan para pejuang Bani Hamdan dan Bani Madzhij untuk menyerang Mu’awiah dan mengacaukan para pengawal yang mengelilinginya. Ketika tinggal satu lapis lagi dari lima lingkaran pengawalnya yang harus dipatahkan, Mu’awiah menunggang kudanya untuk melarikan diri, tetapi berhenti lagi setelah diberi semangat oleh seseorang.
Di sisi lain medan, pertempuran gegap gempita sedang berlangsung dari ujung ke ujung oleh pedang ‘Ammar ibn Yasir dan Hasyim ibn ‘Utbah. Dari sisi mana saja ‘Ammar lewat, para sahabat Nabi berkumpul di sekitarnya lalu membuat paduan sedemikian rupa sehingga kehancuran menyebar di seluruh barisan musuh. Ketika Mu’awiah melihat mereka maju, ia mengerahkan pasukan segar untuk menghadapinya. Tetapi ‘Ammar terus menunjukkan kegagahannya dalam badai pedang dan lembing.
Akhirnya Abu al-‘Adziyah al-Juhani mengenainya dengan lembingnya, lalu Ibn Hawi (Jaun as-Saksiki) maju dan membunuhnya. Matinya ‘Ammar ibn Yasir menimbulkan kegemparan di barisan Mu’awiah, karena Nabi telah bersabda, “’Ammar akan terbunuh di tangan kalangan pendurhaka.” Maka sebelum ia gugur sebagai syahid, Dzul Kala’ telah berkata kepada ‘Amr ibn al-‘Ash, “Saya melihat ‘Ammar di pihak ‘Ali; kitakah orang-orang pendurhaka itu?” ‘Amr ibn al-‘Ash meyakinkan dia bahwa pada akhirnya ‘Ammar ibn Yasir akan bergabung dengan mereka, tetapi ketika ia terbunuh di pihak Ali, pihak pendurhaka terungkap dan tak ada lagi interpretasi lain. Walaupun demikian, Mu’awiah mengatakan kepada orang Suriah, “Kita tidak membunuh ‘Ammar, melainkan Ali membunuhnya karena ia membawanya ke medan pertempuran.” Ketika Amirul Mukminin mendengar kalimat licik itu, ia berkata, “Apabila demikian maka Nabilah yang membunuh Hamzah karena beliau membawanya ke pertempuran Uhud.” Hasyim ibn ‘Utbah juga gugur dalam pertempuran itu. Ia terbunuh oleh al-Harits ibn Mundzir at-Tanukhi. Setelah gugurnya, panji dipegang oleh putranya ‘Abdullah.
Ketika para pejuang yang amat pemberani itu telah tiada, Amirul Mukminin berkata kepada orang suku Hamdan dan Rabi’ah, “Bagi saya, Anda adalah ibarat perisai dan lembing. Bangkitlah dan berilah pelajaran kepada para pendurhaka itu.” Maka 12.000 pejuang dari suku Rabi’ah dan Hamdan bangkit dengan pedang terhunus. Panji dipegang oleh Hudhain ibn al-Mundzir. Ketika memasuki barisan musuh, mereka menggunakan pedang sedemikian rupa sehingga kepala-kepala berjatuhan, tubuh-tubuh bergelimpangan dan di kedua pihak mengalir darah. Dan serangan para jago pedang ini tidak berhenti hingga hari menjelang berakhir dengan segala kehancurannya dan kegelapan turun dibawa oleh malam yang menakutkan yang dalam sejarah dikenal sebagai Malam al-Harir, di mana dencingan senjata, derap kaki kuda dan pekik jerit orang Suriah menimbulkan perhatian sedemikian rupa sehingga suara-suara lain yang sampai ke telinga tak terdengar. Di pihak Amirul Mukminin, slogannya yang menghancurkan kebatilan membangkitkan gelombang keberanian dan keperkasaannya sambil menggetarkan hati musuh. Pertempuran telah mencapai puncaknya. Kantong panah para pemanah telah kosong. Batang-batang lembing telah patah. Pertempuran tangan berlangsung dengan pedang, dan mayat-mayat tertumpuk; menjelang pagi, jumlah yang tewas melebihi 30.000 orang.
Pada hari kesepuluh, orang-orang Amirul Mukminin menunjukkan moral yang sama. Di sayap kanan Malik al-Asytar memegang komando dan di sayap kiri ‘Abdullah ibn ‘Abbas. Serangan-serangannya berlangsung seperti tentara baru. Tanda-tanda kekalahan nampak pada orang Suriah, dan mereka sudah hendak meninggalkan medan dan melarikan diri. Pada saat itu lima ratus mashaf Al-Qur’an diangkat di ujung lembing tentara Mu’awiah, yang mengubah seluruh wajah pertempuran. Pedang-pedang berhenti bergerak, senjata penipuan berhasil, dan jalan terbuka bagi berkuasanya kebatilan.
Dalam pertempuran ini 45.000 tentara Suriah tewas sementara 25.000 tentara ‘Iraq gugur.
Di antara yang hadir pada perang Shiffin di pihak Amirul Mukminin terdapat 80 orang pahlawan Badr dan 800 yang hadir di Baiat Ridhwan.
Di samping orang-orang yang menonjol dan para sahabat Amirul Mukminin yang terkemuka seperti ‘Ammar, Dzusy-Syahadatain dan Ibn Tayyihan, yang gugur sebagai syahid di Shiffin adalah:
1. Hasyim ibn ‘Utbah ibn Abi Waqqash terbunuh pada hari yang sama dengan ‘Ammar. Ia pembawa panji tentara Amirul Mukminin pada hari itu.
2. ‘Abdullah ibn Budail ibn al-Warqa” al-Khuza’i yang pernah menjadi komandan sayap kanan dan pernah pula sebagai komandan infantri pasukan Amirul Mukminin.

Ketika semangat orang Suriah telah patah oleh pedang-pedang ganas orang ‘Iraq dan serangan-serangan yang tak berkeputusan pada Malam al-Harir menjatuhkan moralnya dan mengakhiri aspirasi-aspirasinya, ‘Amr ibn ‘Ash menyarankan siasat licik kepada Mu’awiah supaya mengangkat mashaf Al-Qur’an di ujung tombak dan berteriak-teriak mendesak untuk menggunakannya sebagai hakam seraya mengatakan, sebagian orang akan berusaha menghentikan peperangan dan sebagian lagi hendak meneruskannya. Dengan demikian maka kita memecah belah mereka dan akan dapat menangguhkan peperangan sampai pada kesempatan lain.” Sesuai dengan saran itu, mushaf-mushaf Al-Qur’an diangkat pada ujung tombak. Hasilnya, sebagian orang yang tak berpikir membuat huru-hara dan berseru serta menimbulkan perpecahan dan kekacauan di kalangan tentara, dan perjuangan kaum Muslim yang terkicuh mereda setelah hampir mencapai kemenangan. Tanpa memahami sesuatu, mereka mulai menjerit-jerit menghendaki keputusan Al-Qur’an atas peperangan.
Melihat Al-Qur’an dijadikan alat siasat licik, Amirul Mukminin mengatakan, “Wahai, manusia. Janganlah kamu terjebak dalam penipuan dan kelicikan ini. Mereka menggunakan rancangan ini untuk mengelakkan aibnya kekalahan. Saya mengenal watak setiap orang dari mereka. Mereka bukan penganut Al-Qur’an dan tidak bertindak menurut perintah Al-Qur’an. Demi Allah, janganlah kamu terjebak dalam tipu daya mereka. Teruskan dengan tekad dan berani, dan baru berhenti setelah mengalahkan musuh yang sedang sekarat.” Namun, siasat licik kebatilan telah bekerja. Orang-orang itu mengambil sikap membangkang dan memberontak. Mis’ar ibn Fadaki at-Tamimi dan Zaid ibn Husain ath-Tha’i, masing-masing dengan pasukan sebesar 20.000 orang, menghadapi Amirul Mukminin seraya berkata, “Hai ‘Ali. Apabila Anda tidak menyambut seruan Al-Qur’an, kami akan memperlakukan Anda seperti kami memperlakukan ‘Utsman. Segeralah akhiri pertempuran, dan tunduklah kepada keputusan Al-Qur’an.”
Amirul Mukminin berusaha sekuat kuasanya untuk menyadarkan mereka, tetapi iblis telah berdiri di hadapan mereka berjubahkan mashaf Al-Qru’an. Ia tidak mengizinkan mereka untuk berbuat demikian, dan mereka memaksa Amirul Mukminin mengutus seseorang untuk memanggil Malik ibn Harits al-Asytar dari medan pertempuran. Karena terpaksa, Amirul Mukminin mengirim Yazid ibn Hanif’ memanggil Malik.
Ketika Malik mendengar perintah ini, ia menjadi bingung, seraya berkata, ‘Tolong katakan kepadanya, ini bukan saat untuk meninggalkan posisi. Ia boleh menunggu sebentar saat saya menghadapnya dengan berita kemenangan.” Ibn Hani’ menyampaikan pesan itu sekembalinya, tetapi orang-orang berteriak bahwa tentulah Amirul Mukminin telah menyampaikan pesan rahasia kepadanya. Amirul Mukminin mengatakan bahwa tak ada kesempatan baginya untuk menyampaikan suatu pesan rahasia. Segala yang dikatakannya dilakukan di hadapan mereka.
Orang-orang itu mengatakan bahwa Ibn Hani’ harus diutus lagi, dan apabila Malik menunda kedatangannya maka Amirul Mukminin akan kehilangan nyawa. Amirul Mukminin menyuruh lagi Ibn Hani dan menyampaikan pesan bahwa telah terjadi pemberontakan; ia harus kembali dalam keadaan bagaimanapun. Maka Ibn Hani’ pergi lagi lalu mengatakan kepada Malik, “Apakah Anda lebih mencintai kemenangan atau nyawa Amirul Mukminin? Kalau nyawanya lebih Anda cintai, Anda harus melepaskan tangan dari pertempuran lalu pergi kepadanya.” Dengan meninggalkan kesempatan untuk menang, Malik berangkat menghadap Amirul Mukminin dengan sedih dan kecewa. Kekacauan pun berkecamuk. Ia membantah orang-orang itu dengan sangatnya, tetapi mereka tak dapat diperbaiki lagi.
Maka diputuskanlah bahwa setiap pihak harus menunjuk seorang hakam supaya mereka menyelesaikan persoalan kekhalifahan itu menurut Al-Qur’an. Dari pihak Mu’awiah telah diputuskan ‘Amr ibn ‘Ash. Dari pihaknya, orang-orang itu mengajukan Abu Musa al-Asy’ari. Melihat pilihan yang salah ini, Amirul Mukminin mengatakan, “Karena Anda tidak menerima pendapat saya tentang tahkim, sekurang-kurangnya sekarang Anda menyetujui untuk tidak mengangkat Abu Musa sebagai hakam. Ia bukan orang yang amanat. Di sini ada ‘Abdullah ibn ‘Abbas, dan di sini ada Malik al-Asytar. Pilihlah seorang di antara mereka.” Tetapi, mereka tak mau mendengarkannya, dan bersikeras pada Abu Musa. Amirul Mukminin akhirnya mengatakan, “Nah, Iakukanlah sesuka Anda. Tidak lama lagi Anda akan memakan tangan Anda sendiri karena kebatilan Anda.”
Setelah pengangkatan hakam, setelah surat persetujuan ditulis, imbuhan “Amirul Mukminin” pada nama ‘Ali ibn Abi Thalib juga tertulis. ‘Amr ibn ‘Ash mengatakan, “Ini harus dihapus. Apabila kami memandangnya sebagai Amirul Mukminin, mengapa peperangan ini harus dilakukan?” Mula-mula Amirul Mukminin menolak untuk menghapusnya, tetapi setelah mereka sama sekali tak mau menerima, ia menghapusnya seraya mengatakan, “Peristiwa ini sama dengan peristiwa di Hudaibiah, ketika orang-orang kafir bersikeras bahwa kata ‘Rasulullah’ bersama nama Nabi Muhammad harus dihapus, dan Nabi menghapusnya.” Mendengar ini ‘Amr ibn ‘Ash marah dan mengatakan, “Apakah Anda memperlakukan kami sebagai orang kafir?” Amirul Mukminin berkata. “Pada hari apa Anda mempunyai suatu hubungan dengan kaum mukmin dan kapan Anda telah menjadi pendukung mereka?”
Bagaimanapun, setelah penyelesaian ini, orang-orang bubar. Setelah bermusyawarah, kedua hakam memutuskan bahwa dengan menyingkirkan ‘Ali maupun Mu’awiah dari kekhalifahan, rakyat akan diberi hak memilih siapa saja yang mereka sukai.
Ketika tiba saat pengumumannya, diadakan suatu pertemuan di Daumatul Jandal. Yang terletak antara ‘Iraq dan Suriah, kemudian kedua hakam itu tiba pula di sana untuk memaklumkan keputusan tentang nasib umat Islam. Secara licik, ‘Amr ibn ‘Ash berkata kepada Abu Musa, “Saya merasa tak pantas mendahului Anda. Anda lebih tua dalam tahun dan usia, karena itu Andalah yang mula-mula menyampaikan maklumat itu.” Abu Musa menyerah pada kata-kata pujiannya lalu keluar dengan bangganya serta berdiri di hadapan hadirin. Kepada mereka ia berkata, “Wahai kaum Muslim, kami telah besama-sama menyelesaikan bahwa ‘Ali maupun Mu’awiah harus dimakzulkan dan hak memilih khalifah diserahkan kepada rakyat. Mereka akan memilih siapa saja yang mereka kehendaki.” Setelah mengatakan ini, ia duduk.
Sekarang giliran ‘Amr ibn ‘Ash, lalu ia berkata, “Hai, kaum Muslim. Anda telah mendengar bahwa Abu Musa telah menyingkirkan ‘Ali ibn Abi Thalib. Saya pun menyetujuinya. Tentang Mu’awiah, tidak ada persoalan akan menyingkirkan dia. Karena itu saya tetapkan dia pada kedudukan itu.”
Setelah ia mengatakan ini, serentak terdengar teriakan di mana-mana. Abu Musa berteriak sekuat-kuatnya bahwa itu tipu daya licik, seraya mengatakan kepada ‘Amr ibn ‘Ash, “Engkau telah menipu, dan ibaratmu adalah seperti anjing yang apabila kau mati sesuatu ia akan menjulurkan lidah, apabila engkau tinggalkan ia akan menjulurkan lidah.” ‘Amr ibn ’Ash menjawab, “Ibaratmu adalah seperti keledai yang dimuati buku.” Bagaimanapun, siasat licik ‘Amr ibn ‘Ash efektif dan kaki goyah Mu’awiah dikuatkan kembali.
Inilah ringkasan riwayat Tahkim yang dasarnya dilandaskan pada Al-Qur’an dan sunah. Tetapi, apakah itu keputusan Al-Qur’an, ataukah itu hasil tipu daya licik yang selalu digunakan manusia duniawi untuk mempertahankan kekuasaan mereka? Dapatkah lembaran-lembaran sejarah ini dijadikan obor penyuluh bagi masa depan? Pantaskah Al-Qur’an dan sunah digunakan sebagai alat untuk keuntungan untuk mendapatkan kekuasaan duniawi?

Relita Kerancuan Sejarah
Adanya realita sejarah perang Shiffin memang tidak bisa dipungkiri. Namun yang tidak benar adalah analisanya selama ini yang 100% versi orientalis. Sayangnya, sejarah yang kita baca, bahkan yang diajarkan di mata kuliah peradaban Islam di berbagai Universitas Islam di negeri ini justru versi tersebut.
Akibatnya, sejarah Islam yang gemilang itu tampil dengan wajah menyeramkan, beraroma anyir darah, sadis dan menjijikkan. Terutama wajah para sahabat nabi SAW, yang muncul tidak ubahnya seperti srigala liar kehausan darah dan kekuasaan. Padahal Al-Quran telah menyebut mereka para sahabat sebagai orang-orang yang diridhai.
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”.
Analisa sejarah yang kita punya tidak pernah lepas dari apa yang ditulis oleh musuh Islam. Dan kesimpulan versi mereka, bahwa rusak dan pecahnya umat Islam ini berasal dari generasi sahabat. Karena ini sangat berbahaya sekali. Kalau kita pakai logikanya, seandainya generasi yang paling baik dari umat ini sudah dianggap menyeleweng, bagaimana dengan generasi berikutnya?
Padahal generasi para sahabat itu adalah generasi yang langsung dibina oleh tangan Rasulullah SAW, dengan keringat, airmata dan darah beliau. Bahkan Rasulullah SAW telah ridha atas mereka dan mereka ikut bersama dakwah Rasulullah bukan sebulan atau dua bulan, tapi banyak dari mereka yang sejak masa awal turunnya wahyu dibina langsung oleh manusia paling mulia di dunia ini
Yang kita baca sebenarnya bukan sejarah, melainkan opini orang kafir. Dan opini itu ibarat belati bermata dua. Di satu sisi seolah menawarkan studi kritik sejarah yang seolah ilmiyah dan histioris, namun di belakangnya ada mata pisau yang tajam itu siap menghujam aqidah dan fikrah umat Islam.
Sayangnya, `studi historis'' seperti inilah yang justru dilakukan oleh sebagian kalangan yang akrab dengan dunia kampus, sebagiannya bahkan menyandang gelar akademis yang lumayan, sebagian bahkan menyebut diri sebagai ''mujaddid''. Sayangnya lagi, di balik analisa itu ada sebuah cacian yang mereka bungkus dengan ungkapan ''kritik historis''atau ''kritik ilimyah''.
Misalnya kasus tahkim (baca; arbitrase), kasus ini paling sering diangkat untuk menjatuhkan dan mencaci maki sebagian sahabat serta untuk mendiskreditkan mereka. Sayangnya, hampir semua kritik sejarah ini mengacu hanya sampai analisa para mustasyriqin (orientalis) yang penuh dengan bumbu prasangka buruk.
Sedangkan sumber sejarah Islam yang paling asli dan merupakan sebuah report yang paling valid dan dipercaya, hampir-hampir tidak pernah disentuh. Jadi analisa itu tidak lebih hanya nukilan dari nukilannya nukilan nukilan. Mereka yang mengangkat diri sebagai kritikus sejarah itu, justru sama sekali belum pernah membaca literatur asli dari peristiwa di masa sahabat itu, bahkan menyentuhnya pun belum pernah.
Akhirnya semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari fakta, realita dan kenyataan sejarah yang sesungguhnya

Wednesday, 7 March 2012

KEAJAIBAN ILMIAH DUBBA ( LABU )

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa seorang tukang jahit mengundang Rasulullah Saw menyantap hidangan yg telah ia masak. Anas berkata,"Saya pun berangkat memenuhi undangan tersebut menemani Rasulullah Saw. Saya melihat Rasulullah Saw meletakkan dubba disekitar sop. Sejak saat itu, aya pun menyukai dubba." Dalam riwayat lain disebutkan," Lalu dihidangkan roti dan kuah yg telah dicampur dgn dubba dan qadid," (HR Al-Bukhari). Dubba dgn huruf dal dibaca bertasydid dan bersyakal dhammah, memiliki arti "sejenis labu". Ada yg berpendapat bahwa nama dubba dikhususkan pada labu yg bulat. Namun menurut Al-Nawawi dlm syarh Al-Muhadzdzab, dubba dikhususkan utk labu yg kering. Hadis di atas menunjukkan bahwa Rasulullah Saw menyukai labu. Segala sesuatu yg disukai Rasulullah Saw pastilah memiliki rahasia besar, demikin kata seorang pakar. Ada apa dgn labu..? Di dalam buku Tarkib Al-Ath`imah ( Struktur Makanan ) yg terkenal disebutkan: " Labu memiliki kadar air hingga 7% sedikit gula dan serat. Sebanyak 100 gram labu hanya mengandung satu kalori. Buah ini bagus bagi orang yg ingin menurunkan berat badan, memiliki sangat sedikit sodium, dan cocok sekali utk para penderita tekanan darah tinggi, kaya dgn potasium yg sangat diperlukan oleh penderita penyakit kencing batu, disamping juga mengandung kalsium (Ca), magnesium (Mg), fosforus (P), ferum / besi (Fe), belerang / sulfur (S) dan klorin (C1). Selain itu, buah labu kaya akan vitamin terutama vitamin A." Adapun di dalam buku Al-Thibb Al-Nabawi karangan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah di sebutkan sebagai berikut : " Labu termasuk santapan segar, bahkan kaya gizi. Penderita demam dapat menggunakan air yg dikandungnya. Labu juga dapat menghilangkan rasa haus dan pusing-pusing jika diminum atau disapukan di wajah. Buah ini dapat juga berkhasiat mengendurkan perut dengan cara apapun, dan merupakan makanan yg paling lunak dan cepat di cerna. Di samping itu, terdapat bukti baru bahwa labu berguna utk mencegah kanker. Jurnal penelitian biokimia tahun 1985 menerbitkan sebuah hasil penelitian di salah satu pusat rehabilitasi kanker di Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa labu memang dapat mencegah kanker paru-paru pada warga New Jersey. Amerika Serikat.".( Referensi dari Buku Mukjizat Al-Quran dan Hadis, jilid 6. Tertarik...?kunjungi web.kami : www.gianmandiri.co.id )

PUASA MENUNDA PENUAAN

Sejak manusia menginjakkan kakinya di atas permukaan bumi, ia telah mengenal puasa. Seluruh umat manusia pun telah mengenalnya. Setiap orang mengenal puasa sebagai sebuah bentuk ibadah utk mendekatkan diri kepada ALLAH Swt. Puasa juga di kenal sebagai ibadah yg salah satu manfaatnya adalah utk mencegah dampak negatif yg di timbulkan dari pola makan. Variasi ibadah ini pun dikenal sebagai sarana penyembuhan, sarana menjaga vitalitas tubuh, dan sarana memperpanjang masa muda. Mungkinkah roda zaman dapat berhenti? Dapatkah melalui puasa seorang yg tua dapat kembali muda, gagah, dan penuh vitalitas? Atau, dapatkah seseorang berhenti pada masa muda tanpa melampauinya lagi? Impian abadi yang selalu menggoda manusia sejak di ciptakan itu (yaitu keinginan awet muda), telah memotivasi banyak orang utk menggandrungi bulu mata semasa muda sepanjang masa. Hal itu disebabkan karena manusia selalu ingin menemukan sebuah formula utk mengubah kehidupan yg terus dicari para ahli dan manusia pada umumnya. Puasa juga penting utk membersihkan berbagai macam racun yg berada di dalam tubuh yg diakibatkan terlalu banyak makan dan minum. Puasa juga mempunyai pengaruh penting dalam menjaga lingkungan tempat tinggal seseorang dari berbagai polusi, membuka jendela utk mendapatkan sinar matahari, berolahraga, meninggalkan pola hidup malas, serta menjaga pola makan dan minum. Akan tetapi, upaya menemukan formula utk mengembalikan dan mempertahankan masa muda telah membuka lebar-lebar pintu takhayul dan ilusi kosong yg disisipkan dalam berbagai acara yg mengatasnamakan bedah ilmu pengetahuan. Sejak abad  pertengahan, muncul sebuah legenda air mancur " GOVENSI ". Orang-orang mengira bahwa siapa saja yg mandi dgn air mancur tersebut, ia akan kembali muda lagi. Sejak saat itu orang dilanda demam utk menjaga masa muda mereka dan mengatasi bayangan yg menakutkan: Masa Tua. Di Cina, takhayul2 itu jumlahnya lebih banyak lagi. Banyak korban dipersembahkan kepada para dewa demi memperoleh kemudaan. Penyakit ini kemudian menyebar ke negara-negara Arab dan di tengah-tengah kaum Muslimin hingga kemudian menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Dengan isu memperoleh kembali usia muda, sejak awal tahun 1960-an, perusahaan obat-obatan meraup untung miliaran rupiah dari penjualan ekstrak ginseng yg telah populer hingga sekarang.
     Penelitian kemudian berpindah ke bidang ilmu pengetahuan atau pengetahuan bisnis. Setelah tenggelam dalam buaian takhayul, kini berpindah upaya pencarian itu ke dalam berbagai laboratorium. Sebagian ahli menggunakan hormon jantan dan betina utk memperbarui penuaan dan mendapatkan pemudaan. Namun telah terbukti jelas dan didukung oleh realita ilmiah, usaha tersebut sama dengan sedang bermain api. Mereka yg berambisi mendambakan kemudaan harus menanggung rasa sakit yg melumpuhkan semangat mereka dan justru mempercepat proses penuaan. Harapan-harapan itu mencuat kembali bersamaan dgn munculnya revolusi melatonin, disusul kemudian dgn revolusi viagra. Sebagai manusia, kita selalu menjadi mangsa empuk bagi setiap pemikiran yg dapat memperbarui harapan mendapatkan pemudaan abadi dan kekalahan dini bagi masa tua. Masa tua merupakan pertumbuhan alami bagi seseorang. Tubuh seseorang selalu bergantung  pada pembaruan sel-selnya secara alami dari bentuk aslinya. Namun, proses terakhir ini tidak sama persis dgn bentuk aslinya. Ada dua faktor utama yg mempengaruhi terjadinya proses penuaan. Faktor pertama tidak dapat dihindari oleh siapapun karena terkait dgn susunan gen manusia. Faktor pertama itu bisa dilihat pada berhentinya siklus  menstruasi pada kaum wanita dan terjadinya kebotakan pada kaum laki-laki. Perubahan-perubahan seperti itu sungguh berada diluar kemampuan manusia. Faktor kedua yg mempengaruhi penuaan adalah berbagai macam penyakit yg mematikan, seperti kanker, penyakit jantung, gangguan pada sistem pembuluh darah, serangan jantung dan stroke. Semua penyakit itu disebabkan oleh tumpukan lemak, yg akhir-akhir ini sering disebut sebagai kalori yg berbahaya (kolesterol). Faktor itulah yg senantiasa di teliti para ilmuwan utk memperoleh solusi terbaik dan menjanjikan. Asumsi paling umum terkait hal ini adalah bahwa uji coba terapi melalui puasa akan menjadi bidang garapan para peneliti pada tahun-tahun mendatang. Alasannya, puasa medis telah menjadi salah satu metode terpenting dlm rangka mencegah penyakit yg telah disebutkan diatas. Ada pertanyaan tersisa, bagaimanakah kisah kolesterol itu? Para ilmuwan menjelaskan bahwa aktivitas kehidupan di dlm tubuh manusia berlangsung melalui oksigen. Gas itulah yg menyuplai kekuatan utk perkembangan dan energi anggota tubuh, karena oksigen menyatu bersama elektron yg merupakan bagian dari komposisi pembentuk makanan. Lalu, muncullah ednozen sepertiga fosfat yg bekerja menjalankan proses-proses kehidupan yg membutuhkan sebuah kekuatan di dalam tubuh manusia. Dengan cara seperti itu, proses pembaruan tubuh terus berlangsung. Bersamaan dgn dimulainya proses penuaan, berkurang pula kemampuan kerja gas oksigen aktif, sehingga ednozen sepertiga fosfat (yg merupakan gudang kekuatan) yg disediakan utk menjalankan mekanisme tubuh semakin sedikit jumlahnya. Oksigen aktif pun mulai mempengaruhi dan mengurai komposisi utama sel tubuh, sehingga ednozen sepertiga fosfat yg disediakan utk menggerakkan sebagian besar otot dan otot jantung semakin sedikit. Selanjutnya, kerja otak dan sel-sel otot semakin melemah bersamaan dgn bertambahnya umur.
     Para peneliti telah  menemukan bahwa kolesterol itu disebabkan oleh makanan yg kaya lemak, juga polusi bahan-bahan kimia, dan sebagian obat-obatan yg mengendap, alkohol dan rokok. Inilah pengaruh efektif puasa yg tidak banyak diketahui banyak orang. Puasa mampu meminimalkan kelebihan lemak yg tersimpan dlm tubuh, sampai pada skala tertentu kondisi tubuh menjadi seimbang dgn berkurangnya lemak tersebut. Tubuh kemudian mulai melakukan proses pencucian internal dari berbagai racun (detoksifikasi). Pada waktu bersamaan, puasa dapat membantu seseorang utk melepaskan diri dari berbagai macam kebiasaan buruk, terutama merokok, bahkan kebiasaan minum minuman keras. Puasa juga dapat mengurangi rata-rata produksi kolesterol. Sebagian ilmuwan menemukan bahwa masa tua terkadang terjadi pada seseorang karena lemahnya sistem dlm tubuhnya yg bertanggungjawab memperbarui sel-sel tubuh sebagai fungsi penyebaran genetik. Tubuh juga tidak mampu mengganti komposisi yg hilang karena berlangsung metabolisme yg terus-menerus. Dalam kondisi seperti itu, salah satu kemungkinan yg akan terjadi adalah adanya gangguan penyebaran genetik atau kurangnya sebagian enzim. Ketidakmampuan tubuh melaksanakan fungsinya, sebagaimana yg diungkapkan para ilmuwan, dimulai setelah berumur 30 tahun dgn prosentasi 1% setiap tahunnya.
     Dr. Kilmaurs Michaeli menyatakan bahwa proses penuaan  mempengaruhi kemampuan tubuh utk membebaskan diri dari kelebihan homosiestain: zat asam amino. Sejumlah penelitian telah menjelaskan adanya kenaikan homosiestin darah secara perlahan-lahan, dimulai dari usia tujuh tahun dan akan terus bertambah pada usia delapan dan sembilan tahun. Kenaikan tersebut hampir bersamaan dgn proses penuaan. Dengan demikian, kadar kolesterol darah juga naik secara perlahan-lahan disaat kehidupan menuju puncaknya pada usia tujuh dan delapan tahun. Setelah itu,kadar tersebut sama atau lebih rendah. Dr. Michaeli menegaskan bahwa ilmu kedokteran dalam beberapa tahun mendatang akan mengeksploitasi apa yg telah ditemukan tentang peran homosiestain yg dominan sebagai titik permulaan masa penuaan dan munculnya berbagai penyakit. Ilmu kedokteran akan mengembangkan berbagai metode  yg semakin baik utk mengukur keseluruhan homosiestain darah dgn akurat, cepat dan teratur. Beberapa metode baru yg menganalisis lipoprotein berkadar rendah akan memberikan informasi homosiestain utk bisa sampai pada keterkaitan lebih erat yg diikuti dgn perkembangan semakin mengerasnya pembuluh darah. Dr. Michaeli yakin bahwa dgn metode ini, teori homosiestain pengerasan pembuluh darah akan semakin mantap pada abad yg akan datang. Teori tersebut juga akan menjadi tren utama dlm memahami berbagai sebab munculnya penyakit2 manusia yg paling penting, termasuk pencegahan dan pengobatannya. Di pihak lain, Dr. Bob Stewart menegaskan bahwa vitamin E dgn dosis yg besar dapat mencegah bahaya kolesterol dari lemak jenis LDL (Low Densitiy Lipoprotein) atau jenis lemak yg jahat. Secara pribadi beliau meyakini bahwa  mekanisme tersebut yg menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Dr. Stewart menambahkan bahwa keyakinannya itu juga disetujui oleh Asosiasi Jantung Amerika. Penelitian modern menunjukkan bahwa lemak kolesterol jenis LDL berkadar rendah yg disebut kolesterol jahat, terjadi melalui proses oksidasi yg mirip dgn proses yg dilalui mentega. Prosesnya rusak ketika melewati bagian2 tertentu yg berbahaya yg disebut dgn bagian2 oksigen yg panas (Kalori). Lemak teroksidasi yg berkadar rendah ini (LDL) tampaknya mempengaruhi proses pengerasan pembuluh darah. Dr. Stewart menegaskan bahwa oksidasi berbalik akan menghalangi kanker dan serangan jantung serta berbagai penyakit jantung. Utk diketahui, oksidasi berbalik itu hanya sekedar nutrisi alami yg terdapat pada makanan kita. Berpuasa dan mematuhi keseimbangan antara makan, minum, dan berbagai kebiasaan, juga berhenti mengkonsumsi rokok, dan minuman keras, dgn izin Allah Swt akan menjamin kehidupan yg bahagia dan bersih dari berbagai penyakit. Sama halnya dgn jauh dari ketegangan dan kegelisahan serta kelapangan dada yg juga menjamin sebuah kehidupan yg tenang. Survei telah membuktikan seluruh pasien yg diobati dgn puasa menegaskan bahwa mereka mendapatkan kesehatan yg prima setelah mereka lama melakukan puasa medis. Maha Benar      Allah dengan Firman-Nya yg memerintahkan sebagai berikut:" Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa," (QS. Al-Baqarah 2:183). Dibalik pelaksanaannya, sebenarnya puasa mengandung manfaat bagi kesehatan. Oleh karenanya, Puasa disyariatkan kepada seluruh umat yg lalu meskipun akidah mereka berbeda-beda. Cara berpuasa merekapun berbeda pula. Semua itu disebabkan karena pada akhirnya puasa memberikan manfaat bagi setiap orang yg berpuasa dan menikmati ibadah yg benar ini sehingga mereka dapat menikmati kesehatan yg baik.
     Puasa, dalam tinjauan kedokteran fisik, merupakan suatu medium yg bermanfaat utk membersihkan bagian tubuh dgn menghilangkan kemungkinan adanya penambahan racun-racun yg membahayakan dan makanan2 yg tidak diperlukan bagi seseorang. Untuk diketahui, tubuh manusia tidak hanya dipersiapkan utk makanan saja. Karena tubuh itu sesungguhnya merupakan sekumpulan materi dan kerja kimiawi yg seimbang serta tepat. Kumpulan ini dapat menjadi terganggu tidak hanya lantaran kekurangan materi makanan semata, tetapi ia akan juga mengalami hal yg sama jika makanan yg ada didalamnya melebihi batas yg dibutuhkannya. Selain melakukan pembersihan, puasa juga mengistirahatkan anggota2 badan, pencernaan dan penyerapan. Puasa juga bermanfaat utk mengistirahatkan anggota-anggota tubuh sekresi yg akan diberi kesempatan utk meningkatkan daya kerjanya sehingga bagian ini tidak lagi mengalami gangguan. Puasa juga memiliki unsur yg menyebabkan terjadinya pembaruan dan peremajaan sel. Ini terlihat pada pemberian kehidupan dan semangat baru pada sel-sel yg ada dlm tubuh. Semua ini merupakan fakta yg cukup terkenal dlm Ilmu Biologi. Puasa sendiri bukanlah hal baru. Orang-orang dulu telah menganggapnya sebagai satu diantara keutamaan hidup. Mereka memberikan tempat tersendiri dan luas bagi puasa dlm ibadah2 dan kepercayaan2 keagamaan mereka. Puasa juga mempunyai posisi yg jelas pada agama2 orang-orang Mesir kuno dan agama2 klasik lainnya, seperti tertulis dlm kitab-kitab samawi. Oleh karena itu tidak diragukan lagi  bahwa dlm kewajiban puasa itu terdapat pengaruh yg besar sekali bagi kesehatan, kekuatan fisik serta kekuatan mental. Memang tidak semua puasa pada masa lalu tujuan2 keagamaan. Ada informasi yg menjelaskan bahwa Socrates dan Plato selalu berpuasa selama 10 hari setiap tiga bulan sekali. Konon, para pendeta Nasrani pada masa-masa pertengahan menganggap puasa sebagai obat yg bermanfaat bagi penyakit-penyakit tulang. Ibnu Sina, seorang filosof dan dokter muslim yg termasyur, mewajibkan puasa selama 3 minggu utk beberapa kondisi penyakit yg ditanganinya. Ada informasi lain yg menyebutkan bahwa Ibnu Sina menganggap puasa sebagai unsur penting dlm penyembuhan penyakit cacar dan penyakit kelamin. Pada saat invasi Prancis ke Mesir, beberapa rumah sakit di Arab memperolah keberhasilan medis berupa pengobatan penyakit kelamin dgn puasa. Robert Bartolome, seorang dokter Amerika yg merupakan sukarelawan yg menangani pengobatan penyakit kelamin, telah menulis mengenai hal ini. Menurutnya, puasa merupakan salah satu sarana efektif utk melepaskan beberapa mikroorganisme di dlm tubuh, yg diantaranya adalah mikroorganisme yg terdapat dlm penyakit kelamin. Ini disebabkan karena puasa mengandung unsur yg dapat menghancurkan sel-sel yg telah rusak utk kemudian dibangunnya lagi menjadi sel-sel baru. Inilah yg disebut dgn puasa (baca: tidak makan) dlm pengobatan penyakit kelamin. Terapi ini sendiri merupakan pengobatan cara Timur klasik. Disamping itu, masih ada banyak lagi kondisi-kondisi yg dapat dimanfaatkan dari pengobatan cara ini. Pada masa modern ini, puasa telah banyak dipergunakan oleh para pakar kedokteran. Di antara nama yg populer dan cukup dikenal dlm bidang ini adalah dr. Alan. Ia telah sukses mempergunakan puasa utk penyembuhan penyakit gula. Upaya yg sama juga dilakukan oleh dr. Charleson yg menggunakan puasa sebagai media utk pembaruan keremajaan. Nama lainnya adalah dr. John yg selalu menganjurkan puasa sebagai terapi pada setiap kondisi kesehatan pasien yg ditanganinya. Yang terakhir adalah dr. Bernard McFadin. Ia pernah mengatakan,"Saya pribadi condong pada keyakinan yg menyatakan bahwa puasa mampu menyembuhkan semua penyakit yg tidak dapat disembuhkan oleh media penyakit lainnya.( Referensi dari Buku Mukjizat Al-Quran dan Hadis, Buku jilid 3. Tertarik...? Kunjungi web. kami: www.gianmandiri.co.id )

Tuesday, 6 March 2012

KEMUKJIZATAN DELIMA SI BUAH SURGA

Terkait dgn delima, ALLAH Swt berfirman sebagai berikut : "Dialah yg menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dgn air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yg menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yg menghijau itu butir yg banyak; dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yg menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yg serupa dan yg tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yg demikian itu ada tanda-tanda (Kekuasaan ALLAH) bagi orang-orang yg beriman,"(QS Al-An`am 6:99).  Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyitir sebuah hadis pengobatan yg diriwayatkan oleh Sayyidina Ali r.a yg mendengar Rasulullah Saw bersabda,"Makanlah delima bersama lemaknya, karena dapat membersihkan lambung," (HR Ahmad). Delima adalah buah pohon punica granatum dan dlm bahasa Inggris disebut pomegranate. Delima termasuk jenis Punicaceae. Tempat asal pohon ini adalah Asia Barat Daya. Ia juga banyak di tanam di kawasan Arab, terutama di laut tengah, Irak, dan Suriah. Sari buah delima mengandung 8,2-19,7% kadar gula yg diantaranya 4,8-10,9 % glukosa. Biasanya, 100gr biji delima mengandung lebih dari 81,3% air, 0,8gr protein, 0,7gr lemak, 0,5gr abu, 2% serat, 8,2-19,7% kadar gula, 10mg kalsium, 24mg fosforus, 0,6mg zat besi, 0,07mg tiamin, 0,02mg riboflavin, 0,9mg niasin, dan 8mg vitamin C. Sari buah delima juga mengandung asam sitrat sebanyak 0,46-3,6%. Jika penggunaan teknik kromotografi dilakukan secara sempurna, maka sari buah delima di ketahui mengandung unsur-unsur esterogen. Perlu diketahui bahwa semua tumbuhan pasti mengandung tanin, sebagai bagian dari galotanin. Kulit, batang, dan akar dari pohon delima, mengandung tidak kurang dari 20% tanin. Dari tanin yg ada terdapat 4 kloida terpisah; 1. Kloida pelletierine yg di sebut juga punicine;2. Kloida isopelletierine;3. Kloida ethyl pelletierine;4. Kloida pseudo pelletierine yg juga di sebut methylgrantanine. Ada sebuah penjelasan yg menerangkan bahwa kulit batang, kulit buah, dan akar delima telah menjadi salah satu obat dalam daftar obat-obatan di Amerika dari tahun 1820-1950. Adapun kandungan klorida dlm kulit buah, batang, dan akar delima, masing-masing adalah: 5,2% pelletierine, 17,9% pseudo pelletierine, 15% isopelletierine, dan 0,15% lebih methylisopelletierine. Layak utk disebutkan disini bahwa jus delima adalah minuman yg menyegarkan dan bergizi, karena mengandung karbohidrat yg cukup tinggi, garam dan kaya vitamin terutama vitamin C. Selain itu, jus buah delima juga dapat membunuh kuman-kuman dgn perbandingan 1:60 bakteri. Tidak hanya jus buah nya saja yg dapat membunuh kuman, tetapi kulit buahnya juga memiliki kegunaan yg sama. Kandungan air dan alkohol dlm buah delima juga mampu membunuh jamur-jamur terutama, T. tonsurans, T. rubrum, dan E.floccosum. Sedangkan kulit buah dan daunnya (dengan cara sedikit memakannya) mengandung tanin yg bermanfaat utk mengobati luka pada saluran pencernaan, karena tanin yg tinggi dapat mengubah protenat kuman dan membunuhnya. Tanin juga bermanfaat utk melapisi pencernaan, sehingga protenat yg berada di lapisan pencernaan berkurang. Oleh karena itu, kulit dan daun delima di gunakan utk mengobati luka pada pencernaan dan usus.
      Kazoli bersama para peneliti lainnya juga menemukan bahwa kandungan air dalam kulit delima berfungsi utk mencegah luka yg ditimbulkan oleh etanol. Meskipun sulit bagi kita utk mengenal susunan dari tanin yg mampu mengobati luka, tetapi diketahui bahwa tanin tersusun dari senyawa yg di sebut tetramer (polimer yg tersusun dari empat monomer yg sama) yg aktif mencegah penyakit kanker. Manfaat lainnya dari delima adalah ketika meminum delima, baik berupa air rendaman maupun air yg telah dicampuri dgn bubuk kulit, batang atau akar pohon delima, maka penyakit mencret atau disentri akan sembuh. Hal tersebut terjadi karena air mampu mengubah protenat dlm rongga perut. Selain itu, air itu juga dapat mengurangi kebocoran saluran dlm usus. Tidak hanya itu, air juga dapat menetrlkan racun-racun dari bakteri. Air rendaman kulit delima ketika langsung di konsumsi atau dicampur dgn beras terlebih dahulu, dapat mengobati penyakit lambung, radang usus, dan juga radang kolon. Kulit atau batang delima yg di larutkan atau direndam dapat juga di gunakan sebagai alat pembersih vagina dari bakteri dan jamur. Buah delima terutama rendaman kulitnya dapat di gunakan utk menghilangkan parasit. Adapun unsur yg melakukan hal tersebut adalah kloida. Kulit , batang, dan akar delima tidak hanya bisa direndam, tetapi juga dapat juga di bakar utk di manfaatkan sebagai pengusir serangga. Sigora beserta para peneliti lainnya telah menemukan bahwa akar delima bermanfaat utk menghilangkan parasit-parasit ematamoeba histolycia dan e. invadens. Adapun unsur yg sebenarnya mampu menghilangkan parasit tersebut adalah tanin. Selain itu, tanin tersebut juga dapat membunuh cacing dan parasit yg lain. Takaran yg di anjurkan utk membunuh cacing adalah 250 mg bagi orang dewasa, seperti yg terdapat dlm aturan pengobatan di Amerika. Ketika menggunakan kulit delima utk menghilangkan cacing, di anjurkan utk di ikuti dgn meminum obat laksatif. ( Referensi dari Buku Mukjizat Al-Quran dan Hadis jilid 6. Tertarik...?kunjungi web.kami: www.gianmandiri.co.id )

KHASIAT BUAH SEMANGKA

Menurut riwayat Aisyah r.a., dulu Rasulullah Saw biasa menyantap semangka dengan kurma masak, (HR Abu Dawud dan Al-Tirmizi). Abu Dawud menambahkan dlm riwayatnya bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, "Panasnya buah ini (kurma), kita seimbangkan dgn dinginnya buah ini (semangka)." Hadis ini disahihkan oleh Al-Suyuthi dan Al-Arnauth. Disebutkan pula oleh Al-Thabrani dlm kitab Al-Mu`jam Al-Ausath dan juga Al-Hakim bahwa Anas r.a. menuturkan, Rasulullah Saw mengambil kurma masak itu dgn tangan kanan dan semangka dgn tangan kiri. Beliau lalu menyantap kurma dan juga semangka, yg merupakan buah yg paling beliau sukai. Hadis ini disahihkan oleh Al-Suyuthi. Ibnu Al-Qayyim berpendapat bahwa yg dimaksud dgn al-biththikh(Semangka) dlm hadis tersebut adalah semangka berkulit hijau (bukan melon yg di dlm bahasa Arab juga disebut dgn nama yg sama al-biththikh). Buah ini lebih cepat dicerna oleh lambung daripada buah ketimun dan wortel. Disamping itu, ia juga cepat mengalami perubahan ketika bercampur dgn zat-zat lain di dalam lambung. Buah ini sebaiknya dikonsumsi sebelum makan. Menurut sebagian dokter, mengkonsumsi semangka sebelum makan dapat membersihkan perut dan menjauhkan dari penyakit. Menurut Al-Baghdadi, semangka agak dingin dan sejuk, sedangkan blewah (semangka Belanda) sedikit lebih panas. Kedua jenis semangka tersebut mudah dicerna dan dapat memperlancar jalannya air seni. Getahnya dapat dimanfaatkan menghilangkan jerawat muka, sedangkan bijinya dapat digunakan utk menyembuhkan batu ginjal dan kista. Perlu diketahui bahwa terlalu banyak makan semangka setelah makan, dapat menimbulkan gangguan pencernaan, sehingga mengkonsumsi semangka sebaiknya dilakukan dlm jangka waktu yg cukup lama setelah makan atau sebelum makan.

     Semangka merupakan tanaman musiman yg biasanya berbuah banyak di musim panas. Ia termasuk jenis tanaman dalam famili cucurbitaceae. Pada awalnya tanaman ini tumbuh di India dan Mesir karena pernah disebut-sebut dalam pengobatan Papirus Epres. Dari sana semangka menyebar ke berbagai negara di pesisir laut Mediterania. Semangka merupakan salah satu buah utama di musim panas, karena mengandung kadar air yg tinggi (90-93%), sehingga dapat menghilangkan rasa haus dan menyegarkan tubuh. Sebutir semangka mengandung kadar gula antara 6-9%, kaya akan vitamin C, serta sedikit sekali mengandung vitamin A dan asam nikotinat (niasin). Buah ini juga cukup banyak mengandung unsur garam mineral, seperti fosforus (P), klorin (CL), sulfur (S), dan natrium atau sodium (Na). Kadar potasium (K)-nya yg tinggi sudah tidak diragukan lagi. Pakar gizi Amerika, Ensly, berpendapat bahwa jus semangka dapat mencegah penyakit tifus dan bermanfaat bagi penderita rematik. Biji semangka pun memiliki kandungan gizi yg tinggi, karena mengandung lemak sebanyak 43%, protein 27% dan glukosa 15%. Biji ini dapat digunakan utk bahan pelembut kulit dan utk meningkatkan stamina. Ia dapat dikonsumsi setelah dipanaskan bersama-sama dgn kue mentega. Nama lain dari al-biththikh adalah al-jabas. Semangka kuning atau yg lebih dikenal dgn nama melon, lebih kaya vitamin (seperti: vitamin C dan B2), kandungan protein (dgn komposisi protein 0.7%,lemak 0.2%,dan glukosa 6%), serta kandungan unsur mineral seperti sulfur (S), fosforus (P), besi atau ferum (Fe), tembaga atau kuprum (Cu), natrium atau sodium (Na), potasium (K), kalsium (Ca), dan mangan (Mn). Dengan begitu, melon sangat baik di konsumsi dan dapat menangkal lapar. Melon yg baik adalah melon dlm kondisi masih segar, agak keras, agak berat, dan serat-serat nya masih tampak jelas. Seperti semangka , melon bisa juga menyegarkan dan dapat menghilangkan rasa haus. Selain itu, ia juga memiliki beberapa khasiat utk pengobatan. Melon sangat baik utk menyembuhkan penyakit konstipasi (sembelit) ketika bercampur dgn air liur. Jika irisannya di tempelkan pada kulit yg berkerut (keriput), kulit itu akan bersinar dan sedikit kencang. Di samping itu, buah ini juga bagus utk mengobati kanker kulit. Namun, para penderita kanker lambung dan usus sangat tidak dianjurkan mengkonsumsinya, karena buah ini tidak mudah utk dicerna. Perlu diketahui juga bahwa air buah melon dapat dimanfaatkan utk membersihkan kulit dari bibtik-bintik jerawat.( Referensi dari Buku Mukjizat Al-Quran dan Hadis, jilid 6. Tertarik...?kunjungi web.kami: www.gianmandiri.co.id )

Monday, 5 March 2012

RAHASIA DI BALIK TIDUR SIANG ( QAILULAH )

Pada tanggal 13 Februari 2007, stasiun televisi berita CNN melansir sebuah rilis pers bertajuk " Tidur Siang Di Kantor, Menyehatkan ". Berita itu dipublikasikan kepada pembaca di negara bagian Chicago,AS. Saat ini, orang yg senang tidur siang di kantor memiliki argumen kedokteran yg sangat jitu utk diutarakan kepada pimpinannya. Sebuah penelitian baru menjelaskan bahwa tidur siang saat bekerja dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung yg membahayakan, bahkan mematikan. Namun, penelitian ini menuai kekecewaan kaum perempuan. Data menunjukkan bahwa manfaat tidur siang lebih banyak di rasakan kaum pria dalam sample terbatas daripada kaum wanita. Studi yg dianggap paling fenomenal mengenai problematika tidur ini, menfokuskan penelitian pada efek kesehatan yg ditimbulkan oleh tidur siang. Penelitian ini melibatkan 23.681 penduduk usia dewasa di Yunani dan memakan waktu 6 tahun seperti dilansir oleh Associated Press ( AP ).Studi ini menjelaskan bahwa mereka yg menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam utk tidur siang dikantor, tiga kali dlm seminggu, resiko kematian yg disebabkan oleh timbulnya gejala penyakit jantung berkurang rata-rata 37% dibandingkan dgn mereka yg tidak istirahat tidur siang di kantor. Studi ilmiah ini menemukan teori baru bahwa tidur siang memiliki pengaruh yg penting dlm meningkatkan produktivitas dan mengurangi tingkat kematian. Para peneliti berpendapat bahwa tidur siang di kantor sangat bermanfaat bagi jantung, karena dapat mengurangi stress dan detak jantung yg berlebihan, sehingga membuat kerja terhambat. Dalam kesimpulan lain dinyatakan bahwa, kaum perempuan juga merasakan manfaat yg besar dari tidur siang di kantor. Keterangan itu menyebutkan bahwa laki-laki yg meninggal dunia akibat stress menghadapi pekerjaan lebih banyak daripada perempuan, sebagaimana penjelasan Dr. Dimitrios Trichopoulos,seorang penanggung jawab studi dan penelitian pada Harvard School of Public Health dan University of Athens Medical School. Studi ini menegaskan bahwa selama masa penelitian berlangsung relawan perempuan yg terlibat dlm penelitian ini dan meninggal dunia berjumlah 48 orang, 6 diantaranya adalah wanita karier, dibandingkan dgn jumlah laki-laki yg meninggal dunia sebanyak 85 orang, 27 diantaranya adalah pria bekerja. Dr. Trichopoulos berkomentar, " Saya menyarankan jika memungkinkan lakukanlah tidur siang. Jika anda mempunyai sofa utk istirahat di kantor atau tempat kerja, manfaatkanlah. ". Usia para relawan yg terlibat dlm penelitian ini berkisar antara 20th hingga 86th, dan mereka dlm keadaan sehat saat penelitian dimulai. Marvin Wooten, dokter specialis gangguan tidur ( sleep disorders ) di Rumah Sakit Saint Mary, Columbia, menjelaskan bahwa mereka yg terlibat dlm penelitian ini adalah orang2 yg sangat memperhatikan kesehatan, yg bermanfaat terrhadap kesehatan jantung. Setelah mengetahui hasil penelitian itu, kini beberapa perusahaan memberikan izin kepada pekerja dan karyawannya utk tidur siang. Mereka menganggap bahwa tidur siang dapat meningkatkan produktifitas. Perusahaan pertambangan Amerika, Yard Metalz membuat ruangan khusus utk tidur siang di kantor pusat perusahaannya, sebagai bagian dari program kesehatan karyawan. Mark Eikenberg, arsitek perusahaan itu, menyebutkan bahwa banyak karyawan yg silih berganti masuk ke dlm ruangan ini utk tidur selama setengah jam. Ini dilakukan karena adanya anjuran dokter bahwa tidur siang dapat mengurangi stress dan membantu mempertahankan energi seharian penuh. Terkait dengan tidur siang, Rasulullah Saw bersabda, " Tidur Sianglah, karena setan tidak tidur siang, " ( HR Al-Thabrani ). Menurut Al-Jauhari," Tidur siang itu adalah tidur ditengah hari." Disebut tidur siang jika waktunya hanya sebentar. Al-Zamakhsyari mengomentari makna hadis ini dgn mengatakan ,"Tidur siang adalah tidur sebelum waktu zuhur.". Al-Azizi sendiri dgn menukil dari kitab Al-Nihayah karya Ibnu Al-Atsir mengatakan,"Tidur siang adalah istirahat tengah hari, meski tidak disertai dgn tidur." Sebagian Ulama mengatakan,"Dari segi medis, dianjurkan tidur setelah sarapan dan berjalan setelah makan malam mesti cuman 100 langkah." Orang Arab mengatakan,"Jangan lupa sarapan dan berjalan santai setelah itu, meskipun penguasa yg menjadi temanmu. Jangan pula lupa makan malam dan berjalan setelah itu, meskipun bulan telah menjadi pelipur laramu." Selain itu, menurut Rasulullah Saw, tidur siang juga bermanfaat utk dapat melakukan shalat Tahajud, berzikir, atau utk belajar di malam hari. Setelah selesai tidur siang, lakukan shalat fardhu zuhur secara berjamaah yg disertai dgn shalat sunnah baik sebelum ( Qabliyah ) maupun sesudah zuhur ( Bakdiyah ). Ini didasarkan pada sabda Rasulullah Saw,"Orang yg selalu rutin menjaga 4 rakaat sebelum shalat Zuhur dan setelah shalat Zuhur, maka ALLAH akan mengharamkan padanya neraka.". Menurut Al-Minawi, neraka adalah siksa yg kekal. Atau maksud dari neraka adalah neraka yg mengakibatkan siksa lantaran melakukan berbagai dosa. Adapun rakaat-rakaat itu menjadi pelebur dosa-dosa. Kemudian setelah itu, sibukkan diri dgn segala aktivitas yg menjadi tanggung jawab kita. Jika kita seorang yg berilmu atau pelajar, maka sibukkan diri dgn terus belajar, atau menghadiri majelis orang yg berilmu. Jika kita pekerja, maka lanjutkan pekerjaan kita. Jika kita pedagang, maka teruskanlah aktivitas berdagang kita. Pengetahuan Nabi Muhammad Saw tentang Keajaiban Tidur Siang ini dibuktikan dgn petunjuknya terhadap umat, dimana rahasia itu tidak diketahui sebelumnya oleh peneliti Barat dan baru terkuak setelah 1400 tahun hadis ini muncul. Sungguh Luar biasa petunjuk Nabi Saw tentang tidur siang serta manfaatnya bagi tubuh dan kesehatan.( Referensi dari Buku Mukjizat Al-Quran dan Hadis, jilid 4. Tertarik...?kunjungi web.kami: www.gianmandiri.co.id )

Sunday, 4 March 2012

MUKJIZAT SUSU Yang Keluar Diantara Kotoran Dan Darah

Terkait susu, Allah Swt berfirman sebagai berikut:" Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yg berada dlm perutnya ( berupa ) susu yg bersih antara tahi dan darah, yg mudah ditelan bagi orang2 yg meminumnya ",( QS.Al-Nahl 16;66 ) Sejak Allah Swt menurunkan ayat ini dan setelah 1.400 tahun yg lalu, tidak ada ahli yg menambahkan apa yg dijelaskan oleh Alquran. Alquran menjadi satu-satunya kitab yg menjelaskan keistimewaan susu. Susu sendiri merupakan bahan yg bersih dan nikmat utk diminum, karena mengandung seperti lemak dan gula yg dapat meningkatkan vitalitas tubuh. Susu terbentuk dari bahan2 yg ada diantara kotoran ( kandungan perut yg difermentasi oleh proses bakteri yg berguna utk membantu fermentasi makanan yg mengganggu pencernaan ) dan bahan2 yg sebagian terdapat pada darah dan sebagiannya lagi dari makanan yg mengalir dari perut menuju darah. Allah Swt mengatakan bahwa semua itu mengandung pelajaran bagi kalian. Pembahasan Ayat Sebelum menjelaskan bagaimana proses perubahan materi yg ada diantara kotoran dan darah menjadi susu bersih yg nikmat, pembahasan ini menfokuskan pada kata buthunihi ( perutnya ). Disini Allah Swt tidak mengatakan buthuniha, yg menunjukkan bentuk tunggal dari binatang ternak. Dengan kata lain bisa diartikan bahwa: Kami memberikan minuman dari semua perut mamalia. Masing2 binatang bahkan bisa memiliki empat bagian perut ( tiga pada unta sampai empat pada perut sapi,kambing dan domba ). Seandainya Allah Swt berfirman dgn menggunakan kata buthuniha, maka sebagian orang akan meyakini bahwa masing2 binatang memiliki satu perut. Binatang, khususnya binatang memamah biak memakan berbagai jenis makanan dan menyimpan makanan beberapa lama utk melakukan fermentasi. Ini dilakukan utk mempercepat proses pencernaan dan penyerapan makanan, lalu mengubahnya utk menghasilkan daging, susu atau yg lain. Allah Swt berfirman tentang perut binatang pada ayat lain sebagai berikut:" Sesungguhnya pada binatang2 ternak, terdapat pelajaran yg penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yg ada dlm perutnya, dan juga pada binatang2 ternak itu terdapat manfaat yg banyak utk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan," ( QS.Al-Mukminun 23;21 ).Ayat ini menunjukkan bahwa semua binatang memiliki manfaat yg besar, seperti dagingnya yg bisa dimakan. Oleh karena itu, tidak perlu disebutkan jumlah perut tiap jenis binatang dan tidak perlu juga menyebutkan proses dalam perut utk menghasilkan susu. Proses Terbentuknya Susu Secara detail, apa yg ada diantara kotoran ? Sebagai gambaran, bahwa kotoran adalah makanan kasar yg memiliki serabut terikat. Makanan binatang yg ada dlm perutnya mengandung protein biasa dan protein lain yg bisa diserap ( Juga mengandung nitrogen yg bisa digunakan utk menumbuhkan protein biasa yg dinamakan protein bakteri ). Disamping itu, makanan binatang mengandung zat gula yg mudah diserap dan makanan yg bergumpal seperti serat yg mirip silikon, dan kanji. Makanan binatang juga mengandung lemak jenis fosfor, gula, dan toksid yg bercampur dgn liur yg berasal dari mulut, juga perasan zat alkali yg keluar dari perut dan bercampur dgn jutaan bakteri dan protozoa. Bakteri dan protozoa ini berfungsi membantu proses fermentasi serta proses pencernaan dan penyerapan.Berikut ini penjelasan rinci mengenai apa yg ada dlm kotoran:1. Gula / Glukosa, yg bisa meningkatkan kadar asam lemak. 2. Zat Asam Lemak Larut ( VOLATILE FATTY ACIDS ). Zat ini merupakan zat utama dlm proses pembentukan susu. Berdasarkan pembentukannya didlm perut, terdapat zat asam asetic sekitar 65%, zat asam propionic sekitar 20%, dan zat asam butyric sekitar 15%. 3. Gas seperti kemih dan amoniak ( berfungsi membentuk protein bakteri )dan karbondioksida. 4. Laktat terpecah dihati menjadi glukosa. 5. Berbagai protein ( awalnya makanan dan terakhir bakteri ), asam amino yg berasal dari pencernaan perut utk menghasilkan protein. 6. Lemak ( bakteri pengurai, asam lemak jenuh, dan lemak tidak jenuh. Lemak jenuh dan lemak tidak jenuh berasal dari lemak makanan ). Proses penyerapan asam lemak bebas, khususnya asam asetic, dan propionate, telah selesai dgn melalui dinding perut ketika ia masuk pada aliran darah. Asam butyric berubah pada dinding perut menuju acetone ( susunan jenuh yg memasuki darah ). Ia berfungsi utk membentuk lemak pada darah ( glycerol ) dan susu. Proses penyerapan lemak ( glycerite toksid ), protein ( asam amino ), dan sisa glukosa yg tumbuh dari lendir makanan disepanjang dinding usus berfungsi utk menyerap. Zat-zat yg terserap masuk kedalam darah mengalir ke hati utk selanjutnya dialirkan menuju susunan yg paling luas utk dipompa oleh jantung dan ke semua rongga badan, yg salah satunya adalah kantong susu sapi tempat utk memproduksi susu. Kantong Susu Sapi Kantong susu sapi dilengkapi dgn pembuluh darah yg lebih kecil salurannya. Itu semua memiliki hikmah Ilahiah utk menyimpan materi protein yg lebih besar. Kantong ini susah bergerak karena ukurannya. Ia berfungsi utk menampung dua aliran besar. Ia juga menampung darah dari berbagai pembuluh darah. Kantong susu sapi adalah susunan lemak yg bersambung dgn badan. Semua kantong susu bersambung dgn badan dgn dua ikatan yg kuat ( Ligalements ). Susunan ini menutupi berbagai kelenjar otot. Kelenjar otot ini berfungsi utk mengeluarkan susu yg ada di kantong susu. Ia mengeluarkan susu yg terkumpul ketika masa kehamilan dan setelah melahirkan. Darah pada kantong susu bercampur dgn darah pada badan. Yang MENGAGUMKAN adalah BAGAIMANA KANDUNGAN TERSEBUT MEMASUKI KANTONG SUSU DAN YG LAIN TIDAK BISA ( Seperti bersambungnya dua laut yg asin dan tawar ). Karena pada proses tersebut, masuk juga glukosa ( yg ada pada protein ) menuju kantung susu utk memberikan rasa manis pada susu ( Laktat ) dan membentuk lemak susu dari asam lemak yg terpisah. Disamping itu, masuk juga ketone dan acetates, dan dari glycerol ( yg berasal dari glukosa dan glycerite toksid ). Adapun protein susu yg sebagian besar terdiri dari kasein terbentuk dari asam amino yg terpisah pada darah. Semua itu terjadi akibat reaksi kimia yg sangat bagus dan menakjubkan. Semua itu bertujuan utk menghasilkan cita rasa yg tinggi bagi orang yg meminumnya tanpa bercampur dgn darah dan kotoran. Lalu, siapakah yg mengajarkan Nabi Muhammad Saw tentang semua itu..? ( Referensi dari Buku Mukjizat Al-Quran dan Hadis, jilid 5. Tertarik...?kunjungi web.kami: www.gianmandiri.co.id )